APIRMINTA JAGAT PRAMUDITA
APIRMINTA JAGAT PRAMUDITA
Pandemi COVID-19 bermula di kota Wuhan China pada Desember 2019, dimana pada saat itu hanya terjadi di daerah tersebut saja. Memasuki awal tahun 2020 virus corona atau severe acute resoiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) ini mulai menyebar ke beberapa negara. Virus yang menyerang sistem pernapasan ini telah membuat ratusan ribu di beberapa negara mengalami infeksi virus ini. Pada bulan Januari dan Februari virus ini telah memasuki negera di Asia Tenggara seperti Malaysia, Vietnam, dan Singapura. Pemerintah setempat pun bergerak cepat untuk menanggulangi virus ini agar tidak menyebar. Barulah pada 2 Maret 2020 virus ini masuk ke Indonesia diawali oleh 2 orang asal Depok, Jawa Barat. Tidak lama dari situ, jumlah orang yang terinfeksi semakin melonjak hingga pemerintah DKI Jakarta menetapkan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB untuk pertama kalinya hingga diikuti oleh beberapa daerah termasuk Jawa Barat. PSBB ini menyebabkan aktivitas ekonomi dan lainnya terhenti secara mendadak. Akibat terhentinya ekonomi ini banyak sekali masyarakat yang kelaparan akibat turunnya penghasilan atau hilangnya pekerjaan. PSBB ini berlangsung cukup lama yaitu sekitar 3-5 bulan, barulah pada Agustus 2020 di terapkan PSBB transisi di DKI Jakarta atau jika di Jawa Barat Gubernur Jawa Barat menyebutnya dengan istilah Adaptasi Kebiasaan Baru atau AKB. Namun tidak lama kemudian diterapkan kembali PSBB secara ketat dikarena adanya kenaikan kasus COVID-19 ini. Hingga baru-baru ini masih banyak kasus yang terinfeksi COVID-19, namun lambat laun ekonomi Indonesia perlahan mulai naik dan membaik. Tetapi tetap saja masih banyak orang yang belum bekerja kembali.
Pada Desember 2020, pemerintah pusat telah mendatangkan vaksin Sinovac yang berasal dari China untuk digunakan oleh masyarakat Indonesia, sebelumnya vaksin ini sedang dalam masa uji klinis tahap 3 yang dilakukan di Bio Farma Kota Bandung. Dengan datangnya vaksin diharapkan dapat mengatasi permasalahan ini, walau banyak masyarakat yang menolak untuk disuntik vaksin ini dikarenakan takut berbahaya bagi tubuh mereka. Oleh karena itu kita harus tetap menerapkan 3M yaitu menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, dan menggunakan masker agar terhindar dari virus COVID-19 ini. Pemerintah pun telah memulai sosialisasi betapa pentingnya jika kita menerapkan 3M dan disuntik vaksin ini. Dimulai dari diri kita sendiri dapat mencegah virus ini menyebar ke orang lain dan ke diri kita sendiri.
Mengapa memilih objek charity penjaga palang pintu rel kereta daerah guruminda kota Bandung?
Banyak orang tidak tahu dan tidak peduli betapa pentingnya petugas penjaga perlintasan kereta api. Seperti yang kita tahu kebanyakan di kota besar di Indonesia seperti Kota Bandung memiliki banyak sekali jalan yang melewati perlintasan kereta api, ada jalan yang besar atau kecil sekalipun. Namun masih banyak jalan kecil di Kota Bandung yang tidak memiliki palang pintu resmi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) bahkan tidak hanya di kota Bandung, di kota-kota besarpun sama. Oleh karena itu ada banyak relawan yang yang bertugas menjadi penjaga palang pintu rel kereta api. Bedanya apa dengan penjaga pintu biasa? Tentu saja perbedaan yang paling menonjol itu perihal pemberian upah atau gaji, mereka tidak digaji langsung oleh PT KAI seperti petugas pada umumnya, mereka hanya mengandalkan pemberian dari masyarakat yang melintas. Ditambah dengan adanya pandemi COVID-19 ini semua pekerjaan terdampak dari pandemi ini, dimulai dari turunnya penghasilan hingga terjadinya PHK. Salah satunya menurut saya relawan penjaga palang pintu kereta api daerah tersebut terkena dari dampak dari pandemic covid-19 ini. Mereka adalah salah satu orang yang penting dan berjasa yang berada didaerah tersebut. Mengapa demikian? DIkarenakan perlintasan tersebut tidak dilengkapi dengan palang kereta yang menggunakan sistem otomatis seperti pada perlintasan biasa, maka jika tidak ada petugas tersebut masyarakat sekitar melewati jalan tersebut tidak ada yang tahu kapan kereta akan datang dan melewati perlintasan tersebut, bisa saja tertabrak oleh kereta api yang berbahan baja sangat kuat dan berkecepatan tinggi tersebut. Dengan adanya sosok mereka perjalanan kita akan aman dan nyaman ketika melewati jalan tersebut. Seperti yang saya bilang sebelumnya mereka ini tidak digaji langsung oleh PT KAI, melainkan mwereka sangat mengandalkan kendaraan-kendaraan yang melintas di jalan dan perlintasan tersebut. Dikarenakan adanya pandemic covid-19 ini pendapatan mereka menjadi sangat menurun, salah satunya karena masyarakat yang melintas takut jika memberikan uang secara bersentuhan langsung, itulah yanb menyebabkan pendapatan mereka menurun. Menurut saya mereka bisa dibilang ‘Pahlawan tanpa tanda jasa’ bagi daerah tersebut. Seharusnya masyarakat berterima kasih atas kehadiran mereka ini karena telah banyak membantu secara tidak langsung. Maka dari itu saya memilih mereka sebagai objek charity saya pada kesempatan kali ini.
Pendapat penerima charity akan dampak pandemic covid-19 terhadap mereka
Pendapat penerima charity akan dampak pandemic COVID-19 ini sangatlah banyak, salah satunya pendapatan mereka menjadi menurun, seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya ketika mewancarai salah satu petugas penjaga palang kereta mengatakan “Dampak virus korona ini sangat berpengaruh , salah satu penyebabnya adalah pendapatan menurun karena adanya ketakutan dari masyarakat yang melewati jalan dan perlintasan tersebut terkena covid-19 karena jika masyarakat yang melintas memberikan uang maka akan bersentuhan langsung dengan petugas penjaga palang pintu seperi kami ini“. Terlebih mereka bukanlah pegawai yang ditunjuk secara langsung oleh PT KAI dengan kata lain mereka tidak mempunyai pendapatan tetap karena tidak digaji oleh PT KAI, bisa dibilang mereka ini merupakan relawan. Salah satu relawan yang menjaga perlintasan kereta ini berterima kasih kepada kami karena telah mengadakan charity ini, mereka bilang dengan adanya ini bisa meringankan beban mereka untuk membeli sembako. Meskipun sembako yang kami kasih tidak terlalu banyak tetapi mereka tetap bersyukur.
Kesan Pesan mengadakan charity
Kesan saya cukup senang bisa mengadakan charity seperti ini, kita dapat membantu orang-orang yang mengalami kesulitan untuk makan atau kesulitan mendapatkan uang dikarenakan adanya pandemic covid-19 ini. Selain itu kita juga dapat meringankan beban seseorang dalam mencari makan sehari-hari. Walaupun yang diberikan tidak banyak dan hanya beberapa sembako saja tetapi itu sangat bermanfaat bagi orang yang menerima dan membutuhkan.
Pesan saya adalah untuk orang-orang yang berada diluar sana yang masih diberikan rezeki oleh Allah Swt, tidak ada salahnya kita memberikan sembako kepada orang yang membutuhkan, tidak rugi ko yang ada malah kita dapat manfaatnya yaitu diberikan pahala oleh Allah Swt asalkan kita ikhlas dalam memberikannya. Masih banyak orang diluar sana yang membutuhkan pertologan dari kita, maka dari itu kita jangan lupa untuk bersyukur karena masih diberikan rezeki oleh Allah Swt.


Comments
Post a Comment